Apa kali ini aku sudah dapat angkuh pada dunia yang
hanya sementara
Seiring berjalannya detak jantung sampai pada detak
waktu kini
Kita kembali pada saat yang selalu sebelum
kehancuran tiba
Berdua bersama menyatukan cerita, kecilnya asa serta
mimpi
Tak lagi ada marah dan kepaitan membara yang
menyiksa
Kini airmata itupun telah lalu bersama waktu yang
terlewati
Sudut bibirkupun tak lagi berhenti menyungging tawa.
Pikiranku penuh tentang cinta bukan duni kelam yang
pernah kuhampiri
Namun sayang, tibalah aku saat ini dihantui rasa
ragu
Senyumku dibatasi takut yang membuatku terlihat
sesat dihadapanmu
Sejuta sikap dihadapanmu yang kupertontonkan jauh
dari rasa ketulusan
Namun kiranya kau tahu maknaku bahwa bukan itulah
yang sejauh ini kita inginkan
Tapi sayang, jangan kasihani aku dengan kamu terus
hadir penuh kepalsuan
Bagaimanapun yang kumau adalah sikap yang jujur dan
penuh ketulusan
Maafkan aku jika sebagai tuanku kau merasa tidaak
pernah menginjak kerajaan
Aku akan bersabar dan selalu belajar hingga kau
dapat menggapai mahkotanya sekalian
Permohonanku tak sarat hingga menempatkanmu merasa
hilang penampungnya
Jiwa, raga dan hatimu tercurah penuh tanpa
menghadirkan siapa-siapa
Tawa, waktumu jua senantiasa memelangiku di setiap
langkah
Serta, sertai terus aku dengan untaian bait doa
tanpa melepas genggaman indah
0 komentar:
Posting Komentar