Apa yang dunia lakukan pada manusia yang bernafas di
dunia?
Apa yang Tuhan lakukan pada umatnya yang lemah dan
berdosa?
Apa yang Cinta lakukan pada makhluk bodoh penuh
kesalahan?
Apa yang Waktu lakukan pada kenyataan yang berujung
permainan?
Aku pernah dibodohi, namum kesempatanlah yang
mendekati
Aku pernah mengkhianati, namun maaflah yang
menghampiri
Namun ada yang tak sama, aku ingin bercerita pada
semua yang bernyawa
Kutunjukkan bahwa apa yang terjadi antara aku dan
kamu adalah pengertian yang berbeda
Padamu, juga padanya. Bagaimana kerasnya genggamanku
akanmu kerap kuperingatkan
Kuperhitungkan langkah aroma darah pengkhianatan
serta dosa yang berlangsung dibelakang
Yang seterusnya tercium penghirupku dan tak
terbantahkan oleh kamu masing-masing
Lalu meneruskan torehan luka tanpa mengasihani
bangkai yang begitu saja kau hempaskan
Apa perduliku menyaksikan wanita yang kini melebur
hancur dengan tak berarti sia-sia
Syukur pada Tuhan, hukuman yang kau daptkan bukan
sesuatu yang apa-apa
Bagaimanapun harapanku tetaplah melihatmu menjadi
sampah hina tak bermakna
Ditemani tangis dan kesadaran diri tentang harga
yang kau dapat melebihi siksa jelata
Dan apa yang terjadi padaku? Segala takdir yang
sudah memang kupunya hadir kembali jua
Hinanya dirimu, kamu sendiri yang mengaggungkan.
Kemenanganku, kau sendiri yang menata
Teruslah hidup bagai si dungu penuh penyesalan.
Karena itulah artimu sebagai wanita
Sekarang tiba saatku bahagia hidup berpegang pedang.
Karena saat inilah artiku sebagai wanita.
0 komentar:
Posting Komentar