Minggu, 27 Mei 2012

Entah

Ini adalah tulisanku tentangmu....

Entah apa yang aku pikirkan tentangmu
Apa yang aku inginkan dari dirimu
Apa yang aku dambakan dari senyumanmu
Apa yang aku rindukan dari sikapmu
Apa yang aku ingatkan dari hangat katamu

Entah berapa banyak waktu yang aku lupakan 
Berapa banyak airmata yang aku keluarkan
Berapa banyak keputusasaan untuk harapan
Berapa banyak doa aku panjatkan
Berapa jauh perjalanan yang aku tempuh sendirian

Ini bukan sekedar tulisanku, tetapi aku rasakan juga...

Entah siapa saja yang telah melewatiku
Siapa saja yang mengharapkan diriku
Siapa saja yang telah mendapat kesakitanku
Siapa saja yang telah aku abaikan

Entah sekeras apa lagi aku berteriak
Sebanyak apa tetesan airmata aku relakan
Serapuh apa aku dihadapanmu
Seburuk apa kata-kataku ditelingamu

Entah berapa lama lagi aku menunggu
Berapa banyak lagi aku berharap
Aku yakin suatu saat nanti, pasti!
Kamu menjadi milikku..

Ini adalah tulisanku tentang pengharapan--Cinta. Sekian.
Read More

Selasa, 22 Mei 2012

Ketika harapan menimbulkan asa

Senja itu menenggelamkan sesuatu
Senja itu menimbulkan sesuatu
Senja itu juga meninggalkan sesuatu

Aku selalu ingin menjadi batu, menjadi kokoh dan tegar untuk menjaga dirinya sendiri.
Aku ingin seperti angin, menyejukan dan berhembus kemanapun ia mau. Dicari, dibutuhkan, dan dirasakan.
Aku ingin seperti bunga, berayun apapun keadaannya, apapun perasaannya, apapun waktunya. Memancarkan keindahan untuk siapapun.

Tapi... seketika aku menjadi rapuh, serapuh kapur. Menjadi layu seperti daun kering. Menjadi dingin, sedingin es. Menjadi lemah, begitu lemah.

Lihat aku disini, harapanku membuatku terus tersenyum, membuatku tetap bertahan, membuatku tetap tegar, membuatku.... ya mungkin terus berharap walaupun tahu itu tak akan terjadi.

Sampai suatu saat nanti, aku tak bisa benar-benar bertahan jika nanti aku ingin pergi.
Aku tak bisa tersenyum jika nanti aku benar-benar menangis.
Tidak bisa berdiri jika nanti aku ingin sekali mati.
Tidak bisa tetap tegar jika nanti kenyataan benar-benar membuatku rapuh.
Tidak bisa harus kuat jika nanti aku sangat lemah...

Tapi... aku akan menunggu bila waktuku masih sanggup menemani.
Read More

Selasa, 15 Mei 2012

Ketika Harapan tak lagi berjalan, Mimpipun tak mampu untuk menjadi nyata.


1. Dalam doaku. Dalam renunganku. Selalu ada kamu. Harapanku hanya satu. Bahagia bersamamu.

2. Aku kuat karena aku selalu berjalan dengan pengharapan. Harapan untuk dapat selalu bersamamu. Untuk selalu menggenggam tanganmu. Untuk selalu berjalan disampingmu. Untuk mengisi sudut hatimu.

3. Aku telah berjalan begitu jauh. Aku lelah dan tak sanggup lagi. Aku menunggumu disini dengan harapan yg ingin selalu tercapai. Kembalilah. Kumohon....

4. Ini harapanku yg sederhana. Kau memeluk hangat tubuhku, menggenggam tanganku, menguasai hatiku,menjagaku & berbisik "Aku sangat mencintaimu"

5. Ini keinginanku yg sederhana. Memilikimu, memenangkan hatimu, menggenggam tanganmu, memeluk hangat tubuhmu. Dan berbisik "Aku Mencintaimu"

6. Aku yakin aku akan memenangkanmu dan kita akan bahagia bersama senyuman itu. Giliran dia yg menangis. Pasti! Suatu saat nanti!

7. Aku pasti akan mundur. Tapi tidak sekarang. Karna harapanku masih besar. Kamu meninggalkan dia, dan datang kepadaku.

8. Bila masa lalu hanya mampu membuat ku sedih. Dan saat ini masih berharap. Aku mohon, masa depan nanti tolong buat aku tersenyum bahagia. Tentu bersamamu dan untukmu.

9. Dan karena terlalu banyaknya cerita. Mimpi yg mungkin terlalu indah. Harapan yg mungkin terlalu tinggi. Dan cerita yg mungkin terlalu happy ending. Sekarang aku jatuh tak berdaya tanpa kau disisi.

10. Waktu itu kamu sudah membuang harapan itu. Dan kini kau kembali menawarkan kembali harapan itu. Tak tau kah kau? Aku sudah bahagia.

Read More