Ini impianku.
Merekam seluruh kenangan pada barisan huruf-huruf mati.
Tak apa bila tak terbaca namun masih bisa dimengerti.
Membekukan kenangan manis dan pahit dalam bentuk tulisan nyata.
Kemudian berkembak biak menjadi sebaris doa, sebait puisi, dan separagraf cerita.
Ini tujuanku.
Menyimpannya ditempat persembunyian tanpa ada yang tahu dan mencuri.
Karena biarkan sajalah begitu, bukan karena aku tidak atau lupa menysyukuri.
Tapi kesadaran bahwa hal ini bukanlah hal berlebih yg megah.
Biar orang lain tersadar dan aku tahu artinya dikumandangkan didunia fana.
Ini cita-citaku.
Biarkan sajalah aku yang merasakan fiksinya kenangan gigih.
Penghargaan pada diriku sendiri bahwa bahagianya berkemampuan.
Bukan bicara soal kehebatan, justru aku malu pada barisan kata yg lirih.
Jadi biarkan saja, karena tulisanku bukan untuk di jual pamerkan.
Read More
Merekam seluruh kenangan pada barisan huruf-huruf mati.
Tak apa bila tak terbaca namun masih bisa dimengerti.
Membekukan kenangan manis dan pahit dalam bentuk tulisan nyata.
Kemudian berkembak biak menjadi sebaris doa, sebait puisi, dan separagraf cerita.
Ini tujuanku.
Menyimpannya ditempat persembunyian tanpa ada yang tahu dan mencuri.
Karena biarkan sajalah begitu, bukan karena aku tidak atau lupa menysyukuri.
Tapi kesadaran bahwa hal ini bukanlah hal berlebih yg megah.
Biar orang lain tersadar dan aku tahu artinya dikumandangkan didunia fana.
Ini cita-citaku.
Biarkan sajalah aku yang merasakan fiksinya kenangan gigih.
Penghargaan pada diriku sendiri bahwa bahagianya berkemampuan.
Bukan bicara soal kehebatan, justru aku malu pada barisan kata yg lirih.
Jadi biarkan saja, karena tulisanku bukan untuk di jual pamerkan.