Kau ingat, bagaimana kondisimu ketikan mengenal Cinta?
Ia datang membuatmu lupa semudah apa jungkir balik itu
Dan kau menyambutnya tanpa peduli kelanjutan hidupmu selanjutnya
Tapi kau yakin kau akan bahagia jika kau meneruskannya
Kau membebaskan Ia hadir tanpa tahu fungsinya
Duniamu mulai nyata akibat perlakuannya
Bagimu merekalah satu-satunya hal indah yang pernah tinggal
Bukan tanpa fikiran, hanya saja terlalu cepat berhenti berfikir tentang harapan kekal
Ia dan Cinta..
Kau menghabiskan ragamu ketika Ia tak pernah menyempatkan waktu
Kau melepaskan tenagamu tanpa melihat sedikitpun pengorbanan
Kau berhenti berfikir seolah Ia membuang dan melemparkan otakmu
Kau membedohi dunia ketika sebenarnya kamu telah dibodohi kenyataan
Sekarang teriakanmu seperti mengoceh berdeham diruang bisu
Air mata tidak menjelaskan arti dirimu dalam kenangan kehancuran
Dunia nyatamu terhempas menciptakan dunia kelam yang baru
Harapan yang memuncak menamparmu dengan penyesalan
Bukan tentang sebuah penyesalan hanya saja arti dari kesadaran
Fungsi yang kau salah artikan kini telah meninggalkan kelam
Mata yang tertutup melekat telah membelalakan langkah yang diam
Fikiranmu kembali berucap dalam semangat menggebu tak tertahan
Berterimakasihlah pada semua yang terjadi karena ulah mereka
Kebodohanmu menguap tak menguntit harapan damaimu esok
Logikamu menari-nari saat telinga mendengar harapan tak ber-Asa
Hidupmu berlampukan terang kalau, "Cinta pakaui Otak."
0 komentar:
Posting Komentar