Selasa, 12 Juni 2012

Untuk awal kebahagiaan, untuk akhir kesedihan

Ini ceritaku saat awal mengenalmu...
Terimakasih untuk hari yang kau indahkan.
Terimakasih untuk waktu yang kau korbankan.
Terimakasih untuk senyum yang kau berikan.
Terimakasih untuk ucapan sayang yang kau katakan.


Ini perasaanku saat awal mendapatkanmu..
Hanya senyum yang dapat menggambarkan semuanya.
Hanya rasa manja yang dapat kuperlihatkan dari dirimu.
Hanya doa syukur yang dapat kuucapkan pada Tuhan.
Hanya balasan manja kujawab dari pertanyaanmu.


Tapi... ini perasaanku saat awal merasakan sakit itu..
Airmata tiada henti yang dapat kuteteskan dipipi.
Bibir kaku tak dapat berkata kepada siapapun.
Hanya airmata yang dapat menjawab semua pertanyaan yang ada.
Terbaring kaku bagai mayat, diam bagai bisu, tak mendengar bagai tuli, dan tatapan kosong.


Kini... Akan ku tunjukan keadaanku setelah semuanya kulalui..
Aku tegar dan kuat dihadapanmu meski terkadang sedikit membohongi.
Aku tersenyum bahagia dihadapanmu meski terkadang sedikit dipaksakan.
Aku tetap menari meski hatiku terus menangis.
Aku tertawa meski dibelakangmu aku benar-benar rapuh.
Aku tak peduli meski dibelakangmu aku selalu khawatir akan keadaanmu.


Dan... ini doaku untuk KITA.
Semoga Tuhan mengaruniakan kebahagiaan untuk aku dan kamu meskipun perpisahan tetap terjadi.
Semoga Tuhan mengaruniakan kesabaran untuk kita masing-masing.
Semoga Tuhan tetap menjagamu disaat aku tak dapat lagi memperhatikanmu.
Semoga Tuhan mengirimkan seseorang yang mampu membuatmu terus bahagia sepanjang hidupmu.

0 komentar:

Posting Komentar